Tinjauan Yuridis Normatif Sengketa Perdagangan Internasional Atas Kebijakan Amerika Serikat yang Membatasi Rokok Kretek Indonesia
Keywords:
Dispute Settlement, Rokok Kretek, TBT AgreementAbstract
Penelitian ini mengkaji secara yuridis normatif sengketa perdagangan internasional antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dipicu oleh kebijakan Family Smoking Prevention and Tobacco Control Act (FSPTCA) Tahun 2009, yang melarang peredaran rokok beraroma termasuk rokok kretek Indonesia, namun mengecualikan rokok menthol domestik Amerika Serikat. Penelitian bertujuan menganalisis konsistensi kebijakan tersebut dengan norma-norma Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT Agreement) WTO, mengevaluasi efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa DS406 di forum WTO, serta mengkaji upaya hukum dan strategi diplomasi yang dapat ditempuh Indonesia pascaputusan WTO. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan statute approach, case approach, dan conceptual approach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan FSPTCA melanggar Pasal 2.1 TBT Agreement karena memberikan perlakuan yang tidak setara antara rokok kretek Indonesia dan rokok menthol AS selaku like products. Meskipun Indonesia memenangkan sengketa di tingkat Panel dan Appellate Body, implementasi putusan menghadapi hambatan serius akibat ketidakpatuhan AS, yang mendorong penyelesaian bilateral melalui Memorandum of Understanding tahun 2014. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme compliance DSU WTO masih lemah bagi negara berkembang, sehingga Indonesia perlu mengintegrasikan strategi litigasi, diplomasi perdagangan, dan diversifikasi pasar ekspor secara komprehensif.
















