EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI PELAYANAN ADMINDUK KELURAHAN / DESA DI DISPENDUKCAPIL KABUPATEN BOJONEGORO MENGGUNAKAN METODE EUCS (STUDI KASUS DI KECAMATAN SUKOSEWU DAN KANOR)
Keywords:
Evaluasi Kepuasan Pengguna, Aplikasi Pelayanan Adminduk, End-User Computing Satisfaction (EUCS), Sistem Informasi, Dispendukcapil BojonegoroAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap Aplikasi Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kelurahan/Desa yang diterapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bojonegoro. Studi kasus difokuskan pada dua kecamatan, yaitu Sukosewu dan Kanor. Seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan publik melalui digitalisasi, aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan akses teknologi dan pemahaman operator. Oleh karena itu, evaluasi kepuasan pengguna menjadi penting untuk mengidentifikasi area perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah End-User Computing Satisfaction (EUCS), yang mengukur kepuasan pengguna melalui lima dimensi utama: kemudahan penggunaan (ease of use), keamanan (security), format (format), kecepatan sistem (system speed), dan fleksibilitas (flexibility). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada petugas operator aplikasi di Kecamatan Sukosewu dan Kanor. Analisis data dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan secara keseluruhan serta mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat kepuasan pengguna aplikasi pelayanan Adminduk. Selain itu, penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi praktis kepada Dispendukcapil Kabupaten Bojonegoro dan pengembang sistem untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan aplikasi, sehingga dapat meningkatkan efektivitas layanan dan kepuasan pengguna di masa mendatang. Manfaat penelitian ini juga diharapkan dapat dirasakan oleh akademisi sebagai referensi dalam kajian evaluasi sistem informasi layanan publik.







