ANALISA KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN BELING BAJA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS
Keywords:
Beling Baja, Limbah Industri, Agregat Halus, Beton, Kuat TekanAbstract
Beling baja merupakan limbah hasil proses fabrikasi logam besi yang memiliki karakteristik keras, kasar, dan tajam, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi sebagian agregat halus dengan limbah beling baja terhadap kuat tekan beton, sekaligus mendukung upaya pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan. Variasi substitusi beling baja yang digunakan adalah 0%, 7,5%, 17,5%, 27,5%, dan 37,5% terhadap berat agregat halus pada campuran beton normal dengan mutu rencana f’c 25 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan pengujian nilai kuat tekan beton rata-rata pada umur 28 hari untuk beton normal tanpa beling baja (0%) adalah 25,17 Mpa, hasil tersebut telah mencapai mutu beton yang direncanakan yaitu 25 Mpa, sedangkan kuat tekan beton rata-rata dengan variasi beling baja mengalami penurunan terhadap kuat tekan beton normal pada variasi campuran beling baja 7,5%, 17,5%, 27,5% dan 37,5% adalah sebesar 21,93 Mpa, 23,01 Mpa, 21,79 Mpa dan 18,96 Mpa. Salah satu penyebab penurunan kuat tekan beton adalah penambahan beling baja dapat mengurangi ikatan yang baik antara pasta semen dan agregat karena permukaan beling cenderung licin dan keras, sehingga daya lekatnya lebih rendah dibanding agregat normal. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengaruh penambahan beling baja tersebut cenderung bersifat negatif, karena seluruh variasi campuran beling baja menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan beton normal tanpa campuran beling baja.







