ANALISA KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN BELING BAJA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS

Authors

  • Ergi Syahrial Putra UNIVERSITAS GLOBAL JAKARTA
  • Yunan Hanun UNIVERSITAS GLOBAL JAKARTA
  • Agastyasa Ghea Amarta UNIVERSITAS GLOBAL JAKARTA

Keywords:

Beling Baja, Limbah Industri, Agregat Halus, Beton, Kuat Tekan

Abstract

Beling baja merupakan limbah hasil proses fabrikasi logam besi yang memiliki karakteristik keras, kasar, dan tajam, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi sebagian agregat halus dengan limbah beling baja terhadap kuat tekan beton, sekaligus mendukung upaya pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan. Variasi substitusi beling baja yang digunakan adalah 0%, 7,5%, 17,5%, 27,5%, dan 37,5% terhadap berat agregat halus pada campuran beton normal dengan mutu rencana f’c 25 Mpa. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan beling baja menyebabkan penurunan kuat tekan beton pada seluruh variasi. Pada umur 7 hari, beton normal memiliki kuat tekan sebesar 17,59 Mpa, sedangkan beton dengan substitusi beling baja berturut-turut sebesar 5,13 MPa; 5,26 Mpa; 5,48 Mpa; dan 5,99 MPa. Pada umur 28 hari, kuat tekan beton normal mencapai 26,08 Mpa, sementara beton dengan substitusi beling baja menunjukkan kuat tekan sebesar 8,04 Mpa; 8,52 Mpa; 8,30 Mpa; dan 10,12 Mpa. Penurunan kuat tekan ini disebabkan oleh gradasi butiran beling baja yang relatif seragam, sehingga menyebabkan distribusi agregat kurang optimal dan terbentuknya rongga dalam beton. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah beling baja sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam campuran beton berpengaruh negatif terhadap kuat tekan beton.

Downloads

Published

2026-05-09